Search
Monday 19 June 2017
  • :
  • :

4 Cara Mengatasi Krisis Perusahaan





www.saveasbrand.com – Sebuah Perusahaan  berkembang dan mempunyai nama besar, memang tak bisa lepas dari sebuah krisis. Krisis yang menimpa Perusahaan bisa menjadi batu sandungan yang kerap kali membuat perusahaan tersebut gulung tikar, atau bisa juga krisis ini menjadi batu loncatan bagi perusahaan untuk menjadi lebih baik lagi, apabila perusahaan tersebut mampu mengatasi krisis yang sedang terjadi. Bagaimana cara mengatasi krisis di perusahaan? Berikut penjelasannya.

4-cara-mengatasi-krisis-perusahaann

Krisis adalah sebuah malapetaka yang dapat muncul secara alami atau sebagai hasil dari kesalahan, intervensi, atau bahkan niat jahat manusia. Krisis dapat menghilangkan kredibilitas atau reputasi perusahaan. Sebuah krisis biasanya memiliki dampak keuangan aktual atau potensial yang signifikan pada sebuah perusahaan, dan biasanya memengaruhi banyak konstituensi di dalam lebih dari satu pasar.

Setiap perusahaan perlu membentuk sebuah tim manajemen kritis yang permanen. Struktur tim bisa dari organisasi yang berlainan atau organisasi lainya. Sebuah tim manajemen krisis biasanya terdiri dari seorang direktur, manajer humas, manajer operasional, petugas keamanan dan pejabat personalia. Setiap anggota harus siap sedia melakukan tindakan – tindakan mencegah krisis di perusahaan.

Manajemen krisis membedakan situasi krisis menjadi prakrisis dan krisis. Situasi pra krisis adalah situasi yang tenang dan stabil, tanpa tanda-tanda akan terjadinya krisis. Situasi krisis dirinci dalam tahap-tahap peringatan (warning), akut, kronik, dan pengakhiran (resolution).




Tipe-tipe dan Tahapan Krisis

Ada lima tipe tahapan krisis menurut Firsan Nova dalam bukunya ”Crisis Public relations: Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan” (2009: 109 – 111), antara lain:

  • Tipe Tahapan Sebelum Krisis (Pra Krisis)
    Adalah kondisi sebelum munculnya sebuah krisis, namun benih krisis sudah mulai nampak sehingga jika terjadi satu kesalahan kecil saja, maka krisis akan dapat terjadi.
    .
  • Tipe Tahapan Peringatan
    Merupakan salah satu tahapan yang paling penting dalam daur hidup krisis, karena didalamnya, suatu masalah untuk pertama kali mulai dikenali, dipecahkan, lalu diakhiri selamanya atau dibiarkan berkembang menuju kerusakan yang menyeluruh.
    .
  • Tipe Tahapan Krisis Akut.
    Pada tahapan ini krisis biasanya mulai terbentuk, biasanya dicirikan dengan media dan publik sudah mengetahui adanya krisis atau masalah. Pada tahapan ini, biasanya perusahaan tidak tinggal diam dan mulai melakukan tindakan, karena sudah mulai menimbulkan kerugian terhadap perusahaan.
    .
  • Tipe Tahapan Pembersihan.
    Tahapan ini merupakan pemulihan perusahaan dari semua kerugian. Baik menyelamatkan apa saja yang tersisa, reputasi, citra perusahaan, kinerja, dan lini produksi.
    .
  • Tipe Tahapan Sesudah Krisis.
    Pada tahap ini dicirikan dimana perusahaan untuk memenangkan kembali kepercayaan publik dan dapat beroperasi kembali dengan normal maka secara formal, tahap ini dikatakan krisis telah berakhir.
    ,

Cara kerja yang harus dilakukan oleh Public Relations Perusahaan untuk mengatasi krisis yang sedang terjadi di Perusahaan adalah  sebagai berikut :

  1. Penemuan Fakta (Fact Finding)
    Penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah situasi dan pendapat dalam masyarakat menunjang atu justru menghambat kegiatan organisasi, instansi, atau perusahaan. Dalam fase penemuan fakta ini, seorang Public Relations dituntut untuk mengumpulkan berbagai macam data untuk diolah menjadi informasi dengan memperhatikan berbagai kejadian yang berhubungan dengan organisasi atau perusahaannya.
    .
  2. Perencanaan
    Perencanaan atau planning merupakan bagian penting di dalam usaha memperoleh public opinion yang menguntungkan. Perencanaan ini merupakan bidang yang cukup penting, karena menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan dan organisasi ataupun perusahaan.Dalam tahap ini petugas Public Relations perlu sekali mengetahui tujuan-tujuan dan cita-cita organisasi atau perusahaannya serta harus mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai masalah sosial, politik, dan ekonomi dengan masalah manajemen, atau marketing apabila perusahaannya bergerak dalam bidang penjualan barang atau jasa.
    .
  3. Komunikasi (Communication)
    Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikasikan dan apa yang dikomunikasikan. Bagaimana mengkomunikasikan sesuatu dan apa yang dikomunikasikan, sebenarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan public relations. Kegiatan komunikasi perusahaan dapat berbentuk lisan, tertulis, visual, atau dengan menggunakan lambang-lambang tertentu.
    .
  4. Evaluasi (Evaluation) Setelah komunikasi dilaksanakan, maka sesuatu organisasi atau perusahaan tentu ingin mengetahui dampak atau pengaruhnya terhadap public atau khalayak. Hal ini dilakukan melalui evaluasi.

Baca juga : Ketahuilah Perbedaan Public Relations dengan Periklanan

Segera Antisipasi Krisis Sejak Dini

Itulah empat tips mengatasi krisis di perusahaan. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang baik untuk mencegah dan mengatasi krisis yang terjadi di sebuah perusahaan.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *