Search
Monday 19 June 2017
  • :
  • :

7 Cara Membangun Percaya Diri Dalam Berwirausaha





www.saveasbrand.com – Percaya diri merupakan hal utama yang sangat dibutuhkan oleh seorang penjual, baik pada saat menghadapi pelanggan maupun pada saat kondisi pasar sedang menurun. Bagi penjual, ada satu pantangan yang harus diingat: jika orang lain mengatakan bahwa pintu sedang tertutup, maka kita harus mengatakan bahwa pintu sedang terbuka. Artinya kita harus bisa membangun percaya diri dalam berwirausaha agar sukses dalam menjual.

Sering terjadi, penjual pemula tidak bertahan lama. Bisa jadi, baru bekerja dua hari atau seminggu sudah patah semangat karena tidak mendapatkan pelanggan. Ini sangat disayangkan karena, karena untuk meraih sukses memang tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu keuletan dan harus bersabar. Namun yang lebih penting adalah rasa percaya diri yang harus dibangun step by step dengan melakukan tindakan nyata. Kepercayaan diri dalam merintis usaha merupakan modal berharga sebelum melangkah menjadi pengusaha profesional.

percaya diri dalam bisnis,percaya diri dalam presentasi bisnis,percaya diri dalam usaha,kepercayaan diri dalam bisnis,percaya diri memulai usaha,percaya diri merintis usaha,cara membangun percaya diri dalam berwirausaha,saveas brand,save as brand,saveasbrand.com,kepercayaan diri dalam merintis usaha,artikel percaya diri,bagaimana membangun rasa percaya diri,cara membangun percaya diri saat presentasi,ebook membangun percaya diri,makalah membangun percaya diri,motivasi membangun percaya diri

Percaya Diri Tidak Dapat Dipelajari Di Sekolah atau Kampus Melainkan Harus Diperoleh Dengan Melakukan Praktik Menjual

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara membangun percaya diri dalam berwirausaha, berikut ini tipsnya untuk Anda




  1. Hilangkan Rasa Takut
    Banyak penjual merasa takut ketika berhadapan dengan senior atau orang yang sudah memiliki jabatan. Mereka kurang percaya diri meskipun memiliki produk-produk yang berkualitas dan menguntungkan pelanggan. Mereka takut ditolak oleh pelanggan, apalagi jika pelanggannya galak atau cerewet. Oleh karena itu, penjual harus menyiapkan diri sebelum bertemu pelanggan.
    .
  2. Datang 10 Menit Lebih Awal
    Jika setelah chat media social dan ternyata prospek mengajak bertemu agar lebih jelas lagi, maka datanglah 10 menit lebih awal. Datang lebih awal membuat kita lebih bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan prospek. Ini akan membuat kita lebih percaya diri dan tidak gugup. Selain itu, kita dianggap lebih menghargai pelanggan, siap untuk melakukan presentasi dan professional.
    .
  3. Lakukan Role Playing dan Melihat Video Penjualan
    Setelah selesai menerima materi pelatihan tentang ketrampilan menjual dan product knowledge, maka tiba waktunya untuk mempraktikan semua yang didapat. Caranya dengan bermain peran, dimana satu orang berperan sebagai calon pelanggan dan seorang lagi berperan sebagai penjual. Selain itu, penjual dapat juga memutar VCD yang memuat taktik menjual.
    .
  4. Belajar Product Knowledge dan Ketrampilan Menjual
    Pelajaran mendasar yang harus dikuasai oleh seorang penjual adalah pengetahuan tentang produk dan ketrampilan menjual. Jika keduanya sudah dapat dipahami dengan baik, maka kita dapat melakukan presentasi penjualan. Kenyatannya, masih ada penjual yang asal-asalan dalam menjual. Artinya, tidak menguasai pengetahuan produk dengan baik, selain itu, ketrampilan menjual juga sangat minim.
    .
  5. Konsentrasi Saat Presentasi
    Pada saat berhadapan dengan prospek, maka seluruh perhatian kita harus tercurah kepada kebutuhan dan keinginan pelanggan tersebut. Hindari melihat ke kiri atau ke kanan, hanya sekedar untuk ingin tahu yang sedang lewat di samping kita. Juga jangan melihat jam tangan karena pelanggan akan beranggapan bahwa kita ingin mengakhiri pembicaraan lebih cepat. Tetap konsentrasi pada presentasi penjualan dan pertanyaan yang diajukan pelanggan.
    .
  6. Menjual Berarti Membantu Orang Lain
    Penjual sesungguhnya adalah profesi yang mulia. Coba bayangkan seandainya kita menjual produk kecantikan dan akhirnya pelanggan tersebut semakin cantik setelah menggunakan produk tersebut. Tentu dia lebih berbahagia. Jadi anggap saja pekerjaan penjual itu membantu orang lain tetapi mendapat imbalan komisi penjualan.
    .
  7. Fokus Terhadap Tujuan Menjual
    Banyak penjual yang slaah mengartikan tujuan menjual adalah untuk mendapatkan order. Itu adalah tujuan menjual jangka pendek. Padahal untuk lebih mudah dalam menjual dalam jangka panjang, penjual perlu mendapatkan komitmen pelanggan. Inilah tujual menjual jangka panjang yang jarang diperhatikan oleh penjual. Artinya kita harus menjaga hubungan dengan pelanggan agar tetap membeli dari kita atau member referensi pada orang terdekatnya. Dengan demikian, target penjualan kita akan lebih mudah dicapai.

Baca juga : Rahasia Sukses Melakukan Lobi dan Komunikasi

Demikian artikel tentang membangun rasa percaya diri dalam berwirausaha yang bisa kami sajikan untuk Anda. Tips membangun percaya diri menjadi wirausaha sukses ini harus Anda pahami dengan baik, agar Anda bisa menemukan mental pemenang dalam diri Anda. Semoga artikel motivasi membangun percaya diri ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang telah membaca dan menerapkannya.

Sumber : Jenu Widjaja Tandjung. 2016. Terpaksa Kaya Di Usia Muda. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.



Reviews

  • 7
  • 7
  • 8
  • 7
  • 8
  • 7.4

    Score




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *