Search
Monday 19 June 2017
  • :
  • :

Benarkah Public Relations Menyuap Media?





public relations, media, hubungan public relations dengan media, praktisi public relations, praktisi media, perusahaan public relations, jurnalis dan praktisi public relations, jurnalis pers, masalah korupsi media, industri public relations, public relations dan media, image industry public relations, pengantar public relations teori dan praktik

Source images : www.wisegeek.com

www.saveasbrand.com – Sudah lama ada pandangan bahwa Public Relations (PR) telah menyuap media, hal ini disebabkan karena media selalu menghadirkan versi peristiwa dari satu sisi dan gambaran realitas yang menyimpang. Praktisi Public Relations kerap dilihat tidak lebih dari sebagai manipulator kebenaran. Namun demikian, pandangan kritis PR ini, sepihak dalam asumsi jurnalis selalu mengatakan kebenaran, selalu menginterpretasikan realitas secara benar, dan tidak pernah mendistorsi fakta-fakta untuk kepentingan mereka sendiri.

Praktik yang dilakukan perusahaan Public Relations dengan mengundang para jurnalis pada acara makan siang bersama, merencanakan perjalanan PERS, dan memberikan sesuatu juga dipandang sebagai perilaku suap. Dapat dikatakan bahwa meskipun jurnalis dan praktisi PR menyadari permainan yang dilakukan, dan karena semua pihak memahami serta menerima bahwa praktisi PR menjalin hubungan dengan jurnalis dalam rangka mengupayakan liputan berita yang baik untuk produk mereka, hal tersebut dapat diterima.




Para jurnalis pers menyadari motif dibalik pemberian sesuatu dan perjalanan gratis serta masih siap pergi bersama dengan pemberian tersebut karena mereka memperoleh apa yang mereka inginkan. Ini juga tidak membahayakan kemerdekaan tajuk rencana mereka. Tidak ada jaminan bahwa seorang jurnalis akan menulis laporan yang tanpa kritik mengenai perusahaan atau produk hanya karena mereka sudah diundang makan siang oleh praktisi PR.

Masalah korupsi media melalui kunjungan pers kendati penting, bagaimanapun juga bukanlah persoalan paling serius dalam hal hubungan antara PR dan media. Saat ini, muncul situasi berat sebelah di mana bobot dari praktik jurnalis mulai dikalahkan industri public relations. Ada kekhawatiran para pemilik media akan memotong biaya produksi dengan mengurangi jumlah jurnalis, dan sebagai gantinya menggunakan tajuk rencana yang mereka terima dari perusahaan PR hingga pada akhirnya menyebabkan berkurang-kurangnya tingkat standar kekritisan tajuk rencana.

Situasi ini seharusnya menjadi perhatian dan tanggung jawab ekstra para praktisi PR. Memang sekilas tampaknya keadaan ini adalah kesempatan emas bagi Public Relations dan media untuk memaksimalkan tajuk rencana. Namun, keduanya harus diingat bahwa cepat atau lambat dengan semakin cerdas dan kritisnya masyarakat, maka penyalahgunaan fungsi ini akan diketahui sehingga efek yang muncul adalah menurunnya kualitas media dan berakibat buruk pada image industry Public Relations.

Baca juga : Peran Iklan Korporat Dalam Public Relations

PR dan Media Harus Berjalan Beriringan Untuk Menciptakan Hubungan Positif yang Saling Menguntungkan

Sumber : Keith Butterick. Pengantar Public Relations Teori dan Praktik. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2012). Hal. 88 – 89






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *