Search
Monday 19 June 2017
  • :
  • :

5 Unsur Dalam Desain Grafis





www.saveasbrand.com – Belajar Desain Komunikasi Visual tidak cukup dengan menguasai software dasar desain seperti CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Free Hand maupun software desain yang lain. Kemahiran Anda dalam mendesain harus disertai dengan pengetahuan unsur-unsur dalam desain itu sendiri.

Ada beberapa unsur visual yang perlu anda kenal terlebih dahulu sebelum mendesain. Anda juga perlu memahami materi-materi dasar desain dan mengetahui cara penataannya. Hal ini dimaksudkan agar Anda dapat menghasilkan komposisi desain yang harmonis, menarik, komunikatif, dan menyenangkan pembaca.

Elemen-elemen desain berikut sebenarnya sudah tidak asing lagi di mata kita, hampir setiap hari kita jumpai, dan telah banyak diuraikan dalam buku-buku seni rupa, yaitu :




  1. Garis
    Secara sederhana, garis dapat dimaknai sebagai jejak dari suatu benda. Garis tidak memiliki kedalaman (depth), hanya memiliki ketebalan dan panjang. Oleh karena itu, garis disebut elemen satu dimensi. Wujud garis sangat bervariasi, Anda dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan citra yang diinginkan.  Garis lurus mempunyai kesan kaku dan formal, garis lengkung memberi kesan lembut dan luwes, garis zigzag terkesan keras dan dinamis, garis tak beraturan punya kesan fleksibel dan tidak formal.
    .
  2. Bidang (Shape)
    Elemen grafis yang kedua adalah bidang. Segala bentuk apa pun yang memiliki dimensi tinggi dan lebar disebut bidang. Bidang dapat berupa bentuk-bentuk geometris (lingkaran, segitiga, segiempat, ellips, setengah lingkaran, dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan. Bidang geometris memiliki kesan formal. Sebaliknya, bidang-bidang non-geometris atau bidang tak beraturan memiliki kesan tidak formal, santai dan dinamis.
    .
  3. Warna (Color)
    Salah satu elemen visual yang dapat dengan mudah menarik perhatian pembaca adalah warna. Betapa sepinya dunia desain grafis tanpa kehadiran warna. Namun demikian, Anda perlu hati-hati dalam penggunaan warna. Apabila pemakaian warna kurang tepat maka dapat merusak citra, mengurangi nilai keterbacaan, dan bahkan dapat menghilangkan gairah baca. Jika anda dapat menggunakan dengan tepat, warna dapat membantu menciptakan mood dan membuat teks lebih berbicara.
    .
  4. Gelap-terang (Value)
    Perbedaan nilai gelap-terang dalam desain grafis disebut value. Salah satu cara untuk menciptakan kemudahan baca adalah dengan menyusun unsur-unsur visual secara kontras gelap-terang.
    Kontras value bersifat relative, sangat dipengaruhi oleh background dan elemen-elemen lain di sekitarnya. Kontras value dalam desain komunikasi visual dapat digunakan untuk menonjolkan pesan atau informasi, sekaligus menciptakan citra.Penggunaan warna-warna dalam desain grafis yang kurang kontras dapat menciptakan kesan kalem, damai, statis, dan tenang. Sebaliknya, komposisi warna-warna kontras memberikan kesan dinamis, enerjik, riang, dramatis, dan bergairah.
    .
  5. Tekstur (Texture)
    Tekstur adalah nilai raba atau halus kasarnya suatu permukaan benda. Di dalam seni rupa, khususnya desain grafis, tekstur dapat bersifat nyata dan dapat pula tidak nyata. Karya-karya desain grafis umumnya dicetak di atas kertas halus seperti HVS, Art Paper, Ivory, dan lain-lain. Memang ada beberapa barang cetakan yang menggunakan media bertekstur kasar, tetapi sangat  jarang. Tekstur kasar hanya digunakan untuk desain-desain special.

Kenali Kelima Unsur Ini Untuk Menciptakan Karya Desain yang Lebih Baik Lagi

Itulah 5 dasar unsur visual dalam desain grafis yang perlu Anda ketahui dan terapkan dengan baik. Semoga dengan artikel ini Anda bisa membut karya desain yang lebih baik lagi. Semoga bermanfaat.



Reviews

  • 9
  • 7
  • 7
  • 8
  • 8
  • 7.8

    Score




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *