Search
Tuesday 20 June 2017
  • :
  • :

Tips Mencuri Ide Kreatif Untuk Membangun Bisnis





Tips Mencuri Ide Kreatif Untuk Membangun Bisnis

www.saveasbrand.com – Ide itu kreativitas. Nggak Percaya? Coba kembangkan ide tanpa kreativitas, pasti hasilnya Nol besar. Ide itu bahan baku, kreativitas itu cara memasak! Maka tanpa kreativitas, ide menjadi sekedar bahan baku yang mati. Ide dan kreativitas mirip dua sisi dari mata uang yang sama.

Plato menyebutnya ‘dunia ide’, dan dunia ide itu akan bermanfaat bagi kehidupan kalau sudah berinteraksi dan bersinergi dengan dunia nyata; dunia yang dihadapi manusia sehari-hari.

Nah, yang dinamakan bisnis kreatif adalah bisnis yang menggunakan ide sebagai komoditas utamanya. Karena ide sebagai bahan utamanya, maka harga ide ini gratis, semuanya bisa mendapatkan ide tersebut. Asalkan ide tersebut harus kreatif.

Meskipun ide itu gratisan, tapi ide juga harus dikelola agar karya yang dihasilkan oleh sebuah ide hasilnya bisa maksimal. Tantangan terberatnya adalah bagaimana mengubah ide kreatif yang kita temukan sehingga mempunyai nilai tambah bagi orang lain. Dari sini kita baru bisa memulai bisnis kreatif.

Membangun bisnis kreatif bisa dimulai dengan cara mencuri ide dari orang-orang yang pernah sukses sebelumnya. Mencuri itu bahasa asingnya STEAL. Biar terlihat agak keren, STEAL adalah singkatan dari : Sold, Tactical, Enlighten, ashtonish, lovely. Iklan akan dianggap sukses jika punya hal tersebut.

Berikut ini merupakan unsur dasar mengembangkan ide kreatif untuk membangun bisnis, diantaranya adalah

  1. Sold : Artinya terjual atau laku
    Syarat dasar sebuah iklan memang bisa menjual. Agency bisa menjual idenya ke klien, Klien bisa menjual produknya ke konsumen. David Ogilvy bilang : If It doesn’t sell, it is not advertising. Saya setuju, tapi fungsi iklan untuk menjual tentu bukan segalanya. Setelah bisa menjual, lalu apa? Pendapat lain mengatakan bahwa If It Just sells, it doesn’t need advertising.
  1. Tactical : Strategi
    Tanpa strategi promosi yang dipersiapkan dengan matang, iklan seperti peluru yang terhambur dari senapan mesin yang memberondong ke segala arah. Meskipun terlihat gemuruh dan heroik, tapi biayanya mahal dan sia-sia. Strategi akan mengarahkan iklan di tiap media seperti pemanah melesatkan anak panahnya ke titik merah di pusat bulatan dan menancap sempurna. Tak banyak menghabiskan budget tapi super efektif untuk menancapkan pesan di benak audiens.
  1. Enlighten : Pencerahan
    Di tengah hidup keseharian yang begini sumpek dengan makin banyaknya persolan dan bencana, audines tak lagi jernih berfikirnya. Maunya marah, terburu-buru dan menyalahkan kondisi yang ada. Iklan yang menawarkan pencerahan dan hal-hal positif akan mengobati dahaga khalayak, sehingga justru menjadi pusat perhatian. Ketika makin banyak iklan mengumbar janji dan pesan berlebihan, justru menuai masalah, iklan yang mencerahkan mempunyai tingkat efektifitas yang luar biasa.
  1. Ashtonish : Mengejutkan
    Masyarakat sedang tak punya banyak waktu membaca surat kabar atau majalah, tak punya kesempatan cukup untuk melihat dan memahami iklan-iklan yang ditayangkan di dalamnya. Apalagi jika iklan yang muncul begitu egois dengan pesan panjang dan visualnya begitu-begitu saja. Jadi kita perlu mengejutkan pembaca. Membuat mereka menghentikan aktivitas speed reading-nya dan tertegun melihat iklan kita. Dan ketika waktu berhenti, itulah bukti keberhasilan efek kejutan iklan kita.
  1. Loveli : Disukai atai Dicintai
    Jika audiens merasa iklan tertentu ‘gue banget’ sebagai akibat pemahaman consumer insight yang tepat, maka audiens-pun dengan sukarela akan menyayangi brand yang diiklankan, atau bahkan mengoleksi iklannya. Pengen ketemu kreatornya untuk foto bareng dan minta tanda tangan.

Tanpa Strategi Promosi yang Baik, Iklan Hanyalah Peluru yang Memberondong Ke Segala Arah Tanpa Tujuan yang Jelas

Itulah 5 hal yang harus dipahami dalam membangun bisnis bermodal ide kreatif. Semoga dengan artikel ini Anda bisa menerapkan strategi periklanan dengan baik untuk mengembangkan bisnis Anda.

Sumber : Arief Budiman, Jualan Ide Segar. Jogjakarta






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *